Profil

♥HISTORY OF KELURAHAN YOSOREJO♥

SEJARAH PEMBENTUKAN KELURAHAN YOSOREJO
KECAMATAN METRO TIMUR KOTA METRO



Kelurahan Yosorejo pada mulanya merupakan wilayah bagian dari Kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Raya, Kabupaten Lampung Tengah. Berbicara sejarah terbentuknya Kelurahan Yosorejo tidak terlepas dari sejarah berdirinya Kelurahan Yosodadi yang merupakan Kelurahan Induk sebelum pemecahan menjadi 3 (tiga) Kelurahan, yang di dalamnya termasuk Kelurahan Yosorejo.
Pada Tahun 1937 datang rombongan Kolonisasi dari Pulau Jawa yang ditempatkan di Bedeng 21 Polos sejumlah 91 KK dan Bedeng 21 A sejumlah 86 KK sehingga jumlah seluruhnya 177 KK. Rombongan Kolonisasi tersebut berasal dari Yogyakarta dan Ponorogo (Jawa Timur) yang kemudian ditempatkan di tengah-tengah hutan, tepatnya disebelah Timur Kota Metro (± 3 Km dari Kota Metro sekarang).
Rombongan tersebut sebelum ditempatkan di daerah yang baru, terlebih dahulu dipondokkan di daerah yang sudah dibuka/digarap guna untuk mencari penghasilan dengan cara derep/bawon. Kemudian setelah memperoleh bekal pangan lalu dipindahkan dari pondok menuju tempat yang baru yaitu Bedeng No.21 A dan 21 Polos yang dipimpin Bapak Kadiman. Setelah ditempatkan di tempat yang baru, mereka mengadakan gotong-royong menebang hutan guna dijadikan lahan pekarangan dan ditanami tanaman pangan.
Pada tahun 1938 datang lagi rombongan Kolonisasi yang kedua yaitu dari Wonogiri, Sragen, Boyolali yang ditempatkan di Bedeng No.21 B sejumlah 88 KK dipimpin oleh Bapak Rais, di bedeng 21 C sejumlah 150 KK dipimpin oleh Bapak Atmosentono dan di Bedeng 21 D sejumlah 151 KK dipimpin oleh Bapak Abdurrahman.
Pada tahun yang sama belum dibentuk/ditunjuk pamong desa, hanya baru dibentuk pimpinan Bedeng (Kepala Bedeng) dan dibantu tenaga administrasi seta Jagabaya. Kondisi sarana transportasi perhubungan masih cukup sulit, sedangkan jalan-jalan darurat yang ada baru jalan rute Metro ke Tanjung Karang, jadi wilayah ini masih merupakan daerah umbul tertutup. Tahap demi tahap rombongan kolonisasi mengalir terus sehingga Bedeng 21 menjadi luas wilayahnya. Kemudian pada tahun 1940 setelah memenuhi syarat menjadi desa dibentuklah susunan desa.
Menjelang menjadi Desa Vak. J No. 21 masing-masing Kepala Bedeng diangkat menjadi Kepala Desa yang terdiri dari :

a. Bedeng No.21 menjadi Desa Yosodadi;
b. Bedeng No.21 A menjadi Desa Yosorejo;
c. Bedeng No.21 B menjadi Desa Yosomukti;
d. Bedeng No.21 C menjadi Desa Yosomulyo;
e. Bedeng No.21 D menjadi Desa Yososari.

Masing-masing Kepala Desa tersebut mempunyai tenaga pembantu, yaitu seorang Carik dan Kebayan serta seorang Jagabaya. Kemudian setelah terbentuk/ditentukan Kepala Desanya maka mulailah merintis jalan untuk melancarkan hubungan lalu lintasnya. Sejarah berjalan terus, pertambahan penduduk semakin meningkat dan Desa pun mulai menunjukkan adanya kemajuan.
Sesuai dengan langkah Pemerintah Belanda pada waktu itu semua Pamong Desa diganti yaitu Vak. J No.21 diganti menjadi Desa Yosodadi No. 21. dipimpin oleh Saudara CIPTO WIYONO yang membawahi wilayah Yosodadi, Yosorejo dan Yososari, dengan Susunan Pamong Desa sebagai berikut :

a. Kepala Desa : CIPTO WIYONO
b. Kami Tua : 1. KADIMAN
                         2. RAIS
                         3. ATMO SENTONO
                         4. ABDURAHMAN
c. Carik : 1. CIPTO SUDARMO
                 2. SARIP YOSO SUMARMO
                 3. PRAWIRO SUMARMO
                 4. DARMO SUWITO
                 5. SARJO PRAWIRO SUKARTO
d. Dibantu 7 Bayan dan 2 orang Polisi Desa.

Setelah menjabat kurang lebih 5 tahun 3 bulan Kepala Desa Pertama Desa Yosodadi meninggal dunia karena sakit tepatnya tanggal 27 Agustus 1946.
Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Desa tersebut maka CIPTO SUDARMO (Sekdes/Carik) diangkat menjadi Pejabat Kepala Desa Yosodadi. Pada Tahun 1948 CIPTO SUDARMO meletakkan jabatan atas permintaan sendiri, pucuk pimpinan mengalami kekosongan kemudian diadakan pemilihan Kepala Desa, hasilnya terpilih SUMARDI MARTO PAWIRO (dalam sejarah pembantukan Desa Yosodadi baru pertama kali diadakan pemilihan Kepala Desa). Kepala Desa SUMARDI MARTO PAWIRO belum lama memangku jabatan Kepala Desa pada tahun 1949 (Agresi Belanda Ke-II) yang bersangkutan diculik oleh tentara Belanda hingga sampai wafatnya.
Untuk mengisi kekosongan jabatan Kades tersebut, ATMOSENTONO ditunjuk sebagai Pjs. Kades sambil menunggu keputusan dari atasan. Pada tanggal 2 Februari 1050 masa jabatan Kepala Desa berakhir, Kemudian diadakan pemilihan Kepala Desa dan terpilih R SUMALI WIRYOHARTONO menjadi Kepala Desa Yosodadi yang kelima sekaligus menyempurnakan susunan pamong sebagai berikut :

a. Kepala Desa : R. SUMALI WIRYOHARTONO
b. Carik         : 1. PAWIRO SUMARTO
                         2. BROJO DISASTRO
c. Kami Tua : 1. KADIMAN
                         2. ATMOSENTONO
d. Dibantu 7 Kebayan dan 2 orang Polisi Desa.

Setelah 15 tahun berjalan, Desa Yosodadi mulai timbul perpecahan akibat permainan para Tokoh Politik, akibatnya Desa Yosodadi mengalami kemunduran. Pada tahun 1965 diadakan peremajaan Pamong Desa dan hasil peremajaan tersebut masih tetap R SUMALI WIRYOHARTONO dipilih kembali oleh rakyat sehingga tetap menjabat Kepala Desa Yosodadi 21. Seluruh Pamong Desa diganti dengan susunan sebagai berikut :

a. Kepala Desa : R SUMALI WIRYOHARTONO
b. Kami Tua         : 1. YAKUB
                                 2. SOMOPAWIRO
c. Carik                 : 1. GIMIN Is
                                 2. SISWOYO
d. Kebayan          : 1. SUWARJO
                                2. M. NUR
                                3. P SUKIMAN
                                4. SUYONO
                                5. JUMADI
                                6. KARTO PAWIRO
                                7. WIRYOSARJONO
                                8. WAGIYO
                                9. DAWUD
                              10. ATMO WINANGUN
                              11. HAMBALI
                             12. PRINGGO HADI

Pada tahun 1981 Desa Yosodadi berubah statusnya menjadi Kelurahan, berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979, yaitu dengan susunan struktur pemerintahan sebagai berikut :

a. Lurah                          : R SUMALI WIRYOHARTONO
b. Sekretaris Lurah      : RIDWAN
c. Kepala Urusan          : 5 orang
d. Kepala Lingkungan : 12 orang.

Berikut ini nama-nama Kepala Desa/Lurah yang pernah menjabat di Desa/Kelurahan Yosodadi:

1. Tahun 1937 sd 1946 dipimpin oleh CIPTOWIYONO
2. Tahun 1946 sd 1948 dipimpin oleh Pjs. CIPTOSUDARMO
3. Tahun 1948 sd 1949 dipimpin oleh SUMARDI MARTO.W
4. Tahun 1949 sd 1950 dipimpin oleh Pjs. ATMOSENTONO
5. Tahun 1950 sd 1981 dipimpin oleh R SUMALI WIRYOHARTONO
6. Tahun 1981 sd 1995 dipimpin oleh LURAH NASIR. TJ. G
7. Tahun 1995 sd 1999 dipimpin oleh LURAH WAGIYO

Seiring dengan gerak langkah Otonomi Daerah dan kemajuan pembangunan daerah Kota Metro melalui Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 25 Tahun 2000 tanggal 16 Desember 2000 dimekarkan menjadi 5 Kecamatan dan 22 Kelurahan, salah satunya “Kelurahan Yosorejo”, yaitu hasil pemekaran wilayah Kelurahan Yosodadi.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah tersebut pada pasal 2 huruf B yang berbunyi :
Kelurahan Yosodadi dimekarkan menjadi 3 Kelurahan yaitu : 

1. Kelurahan Yosodadi
2. Kelurahan Yosorejo
3. Kelurahan Yosomulyo

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada tanggal 16 Desember 2000 merupakan tonggak sejarah berdirinya Kelurahan Yosorejo, dengan Lurah Pertama yaitu IBU ARYANTI ZOELIANA, BA. Selama 5 tahun menjabat sebagai Lurah Yosorejo maka pada tahun 2006 tepatnya 3 Oktober 2006 Lurah Yosorejo digantikan oleh BAPAK Drs. SYA`BAN yang menjabat sampai 2011 Akhir . Setelah itu pada awal tahun bulan Januari 2012 ditetapkan yaitu IBU RISFANIA S,STP, Kemudian terjadi lagi rolling jabatan  yang menggantikan lurah sebelumnya ke Lurah Baru yaitu Bapak MUHAMAD JAYA, S. Kom., MM. yang di angkat mulai awal tahun 2017 sampai dengan sekarang.
 

—-YOSOREJO—-